Sabtu, 08 Maret 2014

Postulat Mekanika Kuantum

Pengukuran besaran fisis (observabel) dalam mekanika klasik dapat dilakukan dengan cara dan hasil yang pasti tanpa mengganggu sistem yang diukur observabelnya, serta dapat dilakukan pengukuran beberapa observabel secara serempak (pada saat yang sama). Menurut mekanika kuantum, pengukuran suatu observabel akan mempengaruhi dan mengubah keadaan sistem. Pengukuran beberapa besaran (misalnya posisi dan kecepatan atau momentum) tidak dapat dilakukan serempak dengan hasil ukur yang pasti. Ketidakpastiannya terbatasi oleh ketidakpastian Heisenberg. Gangguan terhadap sistem saat pengukuran sangat penting pada obyek-obyek mikroskopik, sehingga pada sistem seperti itu mutlak perlu diberlakukan mekanika kuantum dalam pembicaraan yang lebih tepat.
Mekanika kuantum merupakan teori probalitas yang bersifat abstrak, seperti konsep fungsi gelombang, rapat kebolehjadian, operator dan lain sebagainya. Mekanika kuantum disusun di atas postulat-postulat dan dikaji dengan trik-trik matematika yang indah. Ada dua pendekatan formulasi mekanika kuantum, yaitu dengan mekanika gelombang yang dikembangkan oleh Schrodinger dan mekanika matriks yang dikembangkan oleh Heisenberg. Dalam perkuliahan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Kelas A FKIP Universitas Tadulako pada hari Rabu, 12 Maret 2014 jam 08.00-10.30 di Ruang FKIP 8 akan ditelaah tentang postulat-postulat dasar mekanika kuantum secara lengkap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar